Ada aroma yang memikat karena manisnya, ada juga yang menarik karena ketenangannya. God of Heaven termasuk yang kedua parfum dengan karakter silent confidence, elegan tanpa perlu banyak bicara. Ia menggambarkan sosok pria yang tahu siapa dirinya, nggak butuh sorotan berlebih, tapi tetap jadi pusat perhatian di setiap ruangan yang ia masuki.
Dari semprotan pertama, kamu akan langsung merasakan aura woody dan smoky yang hangat — perpaduan dari tobacco leaf, honey, dan vanilla yang terasa rich tapi nggak berlebihan. Wanginya seperti perpaduan antara heritage masculinity dan modern class:
God of Heaven adalah parfum yang mewakili pria dengan gaya “old money” berwibawa, tenang, tapi punya daya tarik yang nggak bisa diabaikan. Seolah tiap langkahnya meninggalkan kesan mahal dan effortless. Cocok buat kamu yang suka tampil classy dan elegan tanpa harus berusaha keras.
Kalau Goddess of Heaven adalah tentang keceriaan dan youthful charm, God of Heaven adalah kebalikannya: sebuah bentuk kematangan dan karisma dewasa. Ia hadir buat pria yang tahu kapan harus berbicara, dan kapan cukup biarkan aromanya yang berbicara.
Kehangatan tobacco dan vanilla menciptakan suasana intim, sedangkan sentuhan honey menambahkan sisi lembut yang bikin parfum ini tetap approachable. Inilah keseimbangan antara kekuatan dan kehangatan, antara ketegasan dan ketenangan.
Buat cowok yang cool, kalem, tapi berkarisma God of Heaven adalah aroma yang bisa jadi identitas. Nggak hanya sekadar parfum, tapi representasi dari kekuatan yang tenang, karisma yang tak lekang waktu, dan keanggunan maskulinitas sejati.
Karena pada akhirnya, real power doesn’t shout, it whispers with elegance. Dan God of Heaven adalah bisikan itu.